Manfaat madu sudah banyak dikenal. Bahkan, dalam Al-Quran, manfaat
cairan yang dihasilkan lebah itu dibahas khusus. Untuk memudahkan
masyarakat melakukan pengobatan dengan terapi lebah ini, Rumah Sakit
Pendidikan Universitas Hasanuddin membuka Research Centre Medicinal Bee
Practice.
Di dalam ruangan tersebut, pasien dengan berbagai
keluhan penyakit bisa mencoba alternatif pengobatan dengan produk yang
dihasilkan lebah, di samping juga tetap menjalani pengobatan medis.
“Kebanyakan
pasien yang datang karena sudah jenuh melakukan pengobatan medis,” kata
Hamka, asisten ruangan di Research Centre Medicinal Bee Practice. Dalam
sehari, pasien yang datang berobat ke tempat tersebut mencapai 10
orang.
Penggagas program ini adalah Profesor Dr Mappatoba Sila,
seorang pengajar di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang juga
dikenal sebagai ahli lebah. Berbagai hasil penelitian yang dilakukannya
telah membuktikan manfaat lebah dalam mengobati segala macam penyakit.
“Penelitian telah membuktikan bahwa manfaat madu sangat banyak, dapat
menghasilkan 8.164 formula untuk obat,” ujarnya.
Penelitian
terbaru yang telah dilakukan para ahli saat ini adalah manfaat madu
untuk mengobati penyakit liver. Dalam penelitian tersebut, digunakan dua
tikus sebagai sampel. Tikus yang diberi madu livernya tetap terpelihara
dibandingkan dengan tikus yang lainnya. “Hal ini juga berlaku pada
manusia,” ujar Mappatoba. Karena dalam madu terkandung senyawa glikogen
yang disimpan di hati. Glikogen tersebut berfungsi memproduksi energi
untuk liver.
Penyakit lain yang bisa diobati dengan produk madu
adalah jantung. Mappatoba menjelaskan, dalam madu juga terkandung
senyawa astrofoline yang berfungsi membantu jantung dalam menyerap
udara. Untuk kelainan fungsi jantung, meminum madu secara teratur, kata
dia, dapat membantu penyembuhan.
Di Research Centre Medicinal Bee
Practice, produk lebah yang bisa didapatkan bukan hanya dalam bentuk
madu. Mappatoba mengekstrak madu murni menjadi obat dalam bentuk tablet
atau pil. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam konsumsinya dan
memaksimalkan manfaat yang diperoleh dari madu tersebut.
Menurut
Mappatoba, ada banyak manfaat yang bisa diberikan dari pil-pil madu
tersebut. Ia juga menyiapkan pil madu bagi wanita yang ingin memperhalus
kulit dan menghilangkan jerawat di wajah.
Hanya, Mappatoba
mengingatkan, madu yang bisa memberikan banyak manfaat tersebut hanyalah
madu yang murni atau asli. “Kalau madunya tidak asli atau telah
mendapat campuran, malah akan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.
Khusus
di Sulawesi, ia menambahkan, ada tiga jenis lebah penghasil madu, yakni
apistropsata, a serrana, dan trigona. Apistropsata merupakan lebah
endemik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain. Setiap sarang bisa
menghasilkan 20-40 kilogram madu. Lebah a serrana banyak ditemukan di
kebun-kebun pedesaan. Produksinya jauh lebih sedikit, sekitar 2-4
kilogram sekali panen. Sedangkan lebah trigona banyak dibudidayakan di
Palopo Utara dengan produksi madu sebanyak 1,5 liter per koloni.
Setiap
jenis lebah, menurut Mappatoba, menghasilkan madu dengan kualitas yang
sama. Bedanya adalah kandungan glukosa dan fluktosa yang terdapat di
dalamnya.
Jangan Lupa Kunjungi Toko Online Kami Disini
Home » Terapi Madu » Sehat Berkat Terapi Madu
Sehat Berkat Terapi Madu
Diposting oleh AliefTips on Selasa, 02 Juli 2013
Label:
Khasiat Madu,
Madu,
terapi,
Terapi Madu



.gif)




.gif)

.gif)

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar
Tinggalkan Lah secarik komentar Sobat karna hal itu dapat membangun kami agar dapat memberikan Suguhan Artikel yang lebih baik lagi