“Battle Your Biology? Fat Chance!", adalah sebuah
headline yang menjadi topik hangat dalam rubrik kesehatan harian The New York Post yang dirilis beberapa waktu lalu.
Mengutip
dari berbagai penelitian para ahli gizi dan dokter, di dalam artikel
tersebut dituliskan bahwa faktor genetik turut mempengaruhi berat badan
seseorang. Jadi, jika Anda gampang gemuk, itu bukan salah Anda
sepenuhnya. Benarkah demikian?
Dr. James Rosen, seorang professor dari
the University of Vermont
menyatakan, "Kami mengetahui bahwa di luar faktor lingkungan dan
perilaku seseorang, faktor genetik juga berperan besar dalam menentukan
berat badan seseorang."
Sementara faktor genetik berpengaruh
terhadap berat badan dan membuat seseorang mewarisi gen gemuk dari orang
tuanya, maka cara yang paling tepat untuk mencegah berat badan
bertambah adalah, bersedia bertanggung jawab untuk diri sendiri dan
berusaha untuk melakukan perubahan. Ingat, meski diwariskan secara
genetik, kegemukan masih bisa dicegah.
Kegemukan & Tipe Tubuh
Pada
tahun 1930-an, psikolog Harvard Dr William H. Sheldon mengembangkan
sistem klasifikasi untuk jenis tubuh berbeda yang disebut “
somatotyping.”
Somatotyping merupakan sistem klasifikasi tubuh berdasarkan jenis tubuh
masing-masing individu yang dibagi ke dalam 3 jenis berbeda yaitu,
ectomorph, mesomorphs dan
endomorphs.
Tipe
tubuh ectomorph adalah bentuk tubuh yang terlihat kurus. Pemilik tubuh
ini biasanya memiliki metabolisme cepat dan lemak tubuh yang rendah.
Bahkan saat mengonsumsi banyak makanan sekali pun, berat badan mereka
sulit bertambah.
Mesomorph adalah bentuk tubuh yang atletis dengan
tubuh padat dan cenderung berotot. Tipe tubuh ini biasanya paling mudah
membentuk tubuh dan mendapatkan massa otot.
Sedangkan Endomorphs
adalah seseorang yang cenderung bertubuh gemuk, memiliki massa otot
sedikit dan banyak menimbun lemak. Berat badan mesomorph akan mudah naik
jika mengonsumsi makanan tertentu.
Endomorphs memproduksi terlalu
banyak insulin ketika mengonsumsi karbohidrat. Inilah salah satu faktor
penyebab meningkatnya penyimpanan lemak dan kesulitan dalam menurunkan
lemak yang sudah ada. Kondisi ini dikenal sebagai “resistensi insulin”
atau “Sindrom X.”
Hormon dan Berat Badan
Para ilmuwan
mengklaim bahwa kecenderungan berat badan bertambah bagi pemilik tubuh
Endomorph juga karena ketidakseimbangan kimia dalam otak yang
menyebabkan orang untuk makan berlebihan. Kandungan kimia ini disebut
ghrelin.
Ghrelin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel
lapisan P/D1 dari lambung manusia dan sel epsilon dari pankreas yang
merangsang rasa lapar. Tingkat ghrelin meningkat sebelum makan dan
menurun setelah makan.
Ghrelin dapat memicu akumulasi lemak
terutama di daerah perut yang dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi
hingga diabetes tipe-2.
Bahkan, penelitian lebih lanjut
menyebutkan, ketika seseorang diberi suntikan ghrelin dan kemudian
dipersilahkan untuk makan, mereka makan 30% lebih banyak dari biasanya!
Pada
dasarnya, apa yang kalangan medis sedang mencoba memberitahu Anda
adalah bahwa jika Anda mengalami kelebihan berat badan, bukan hanya gaya
hidup saja yang mempengaruhinya, tetapi secara genetik mungkin Anda
sudah mewarisinya.
Para ahli juga menyarankan agar usaha
menurunkan berat badan secara instan tanpa diimbangi dengan pengaturan
pola makan dan latihan yang tepat sebaiknya dihindari sejak dini.
Penggunaan
obat-obatan terkadang tidak pernah bisa menjadi solusi yang sehat. Para
pakar diet sepakat jika cara paling sehat untuk menurunkan berat badan
adalah dengan menjaga pola makan, olahraga, disertai kesabaran dan
ketekunan.
Semua Orang Bisa Menurunkan Berat Badan
Dr Thomas Wadden, seorang psikolog dari
Syracuse University,
mengatakan, "Jika Anda memiliki kecenderungan genetik terhadap
obesitas, Anda dapat mengurangi lemak seperti orang lain. Tidak ada yang
ditakdirkan untuk menjadi gemuk, karena pada intinya semua orang bisa
menurunkan berat badan." seperti dikutip
muscleandstrength.
"Anda
hanya harus bekerja lebih keras dan lebih lama itu daripada orang lain.
Hasilnya mungkin tidak akan sekurus yang Anda bayangkan, tetapi Anda
dapat menurunkan berat badan.” tambah Wadden.
Bukanlah hal yang
bijak jika Anda harus menyerah hanya karena memiliki faktor genetik
penyebab kegemukan. Memunculkan alasan yang membuat diri Anda pasrah dan
tidak mau berbuat apa-apa untuk menurunkan berat badan malah membuat
berat badan makin bertambah.
So, mulailah mengambil
tanggung jawab dan lakukan perubahan sehat dalam hidup agar 'warisan
gemuk' tidak menghantui Anda selamanya.